Khamis, 9 Februari 2017

mentari, bangunlah.

Saya ingin ingat apa yang saya rasa ketika ini. Memerhati mentari tenggelam dengan minda yang terlalu ingin berbicara. Tapi pada siapa? Jauh-jauh saya datang. Penat akal ini didera dengan tugas. Tak mampukah saya mendapatkan tempat untuk bertenang? Setidaknya saya dilayan dengan baik. Setidaknya ada orang yang berjuang melawan segala perasaan geramji untuk memastikan saya rasa memadai menikmati mentari ini.

Siapalah saya? Menunggu senyuman buat saya juga penuh dengan tanda tanya. Apakah ada atau tidak? Penuh dengan rasa sengsara. Membisu disini. 

Saya datang dengan jarak melebihi 100 kilometer untuk bertemu kamu. Namun kamu enggan beranjak empat langkah mendekati saya. Saya harap mata saya tidak menangis menaip ini. Tapi hakikatnya iya.  

Dan mentari pun tenggelam diufuk Barat tanpa ketawa kita.  

6.20 petang.

Tiada ulasan: